5 Punggawa yang Gemilang Sehabis Berubah Posisi

5 Punggawa yang Gemilang Sehabis Berubah Posisi

Posted on

5 Punggawa yang Gemilang Sehabis Berubah Posisi – Merubah posisi dapat jadi pilihan yg amat berisiko buat seorang punggawa. Bila tidak berhasil, seorang pelatih dapat dituding melakukan kekeliruan didalam memperlakukan sang pesepakbola.

Tapi bila sukses, boss bakal disebut menjadi pahlawan sebab berhasil mengeluarkan keahlian terbeken dari sang punggawa. Ada sejumlah pesepakbola yng karirnya makin tajam sehabis berlaga dg peran terbarunya. Dibawah ini lima punggawa yg gemilang usai berubah posisi, sebagaimana menurut FTB90.

Gareth Bale – Walaupun sekarang mengalami kesulitan lantaran kerap masuk ruang perawatan, sukar rasanya membayangkan jika superstar Real Madrid & pemain yang berasal dari Wales tersebut sempat jadi fullback di Spurs.

Dibajak oleh Spurs di th 2007 sehabis melakoni kompetisi musim yng sukses dengan Southampton, Gareth Bale yg berumur 17 thn mengarungi waktu sulit di tim London utara. Harry Redknapp memberikan waktu merumput pada sayap kiri usai Benoit Assou-Ekotto mengklaim pos pemain belakang kiri di dalam kesebelasan.

Bale Lalu membuat dirinya jadi pemain sayap yng cukup bahaya di Spurs. Usai membikin 21 goal dr 33 laga di Premier League bersama dengan Tottenham pd kampanye musim 2012/13, Bale bersepakat dgn raksasa La Liga dg menghancurkan rekor perpindahan dunia sekitar 87 jt pound.

Victor Moses – Sukar membayangkan bila pesepakbola dari Nigeria itu belum lama berumur 27 th, karena ia telah lama berlaga di Premier League serta banyak sekali tim yg dibelanya.

Dengan konstan berstatus pinjaman oleh Chelsea & tak dijadikan sebagai punggawa reguler didalam beberapa kesebelasan, beberapa diantaranya adalah Stoke City, Liverpool serta West Ham, baru sehabis kompetisi musim pertama Antonio Conte, Victor Moses mendapat tempat yng mapan di Stamford Bridge.

Berlaga menjadi pemain gelandang depan di dalam hampir semua karirnya, Conte dgn hebatnya merubah Moses jadi fullback sepanjang kampanye musim 2016/17 & memperoleh sanjungan yg dahsyat. Moses tajam didalam area lini belakang serta kebanyakan disebut-sebut jadi pesepakbola vital ketika team meraih tropi.

Thierry Henry – Sebelum menggapai keberhasilan menjadi ujung tombak Arsenal, punggawa yang berasal dari Prancis tersebut merumput jadi pesepakbola sayap tuk AS Monaco & Juventus, membuat cuma beberapa skor per musim pada ke-2 tim ini.

Sehabis melatih Thierry Henry remaja di Monaco – serta dijadikan sebagai orang yng bertanggung jawab mengubah posisinya ke posisi sayap – Arsene Wenger kembali bekerja sama dg mendatangkan Henry menuju Arsenal pd thn 1999.

Boss The Gunners akhirnya melengserkan Henry ke posisi yg diinginkannya dgn berlaga pd tengah & membantunya jadi pencetak goal paling banyak sepanjang zaman kesebelasan dg jumlah 228 skor.

Mousa Dembele – Pemain bertahan, Mousa Dembele nggak terkenal sebab kegarangannya membikin goal di Tottenham, menjadi pecinta Spurs barangkali terkejut kala memperoleh informasi jika punggawa dari Belgia ini menggunakan hampir semua awal karirnya menjadi penyerang ataupun pesepakbola menyerang.

Dembelee remaja mulanya merumput jadi ujung tombak buat kesebelasan Eredivisie Willem II serta AZ, hingga dia mendapatkan sukses menjadi pemain box-to-box di Tottenham, melalui 2 kompetisi musim di Fulham.

Vincent Kompany – Vincent┬áKompany disebut jadi salahsatu defender yang paling baik yng sempat ada di Manchester City, tapi pesepakbola yang berasal dari Belgia itu pertamanya dibajak dr Hamburg dgn value kira-kira enam m poundsterling menjadi pesepakbola bertahan.

Kompany lalu gemilang saat berlaga di jantung barisan bek, hingga dapat menolong City mendapatkan trofi Premier League ke-1 mereka pada thn 2012.

Leave a Reply

Your email address will not be published.